Loading...
Kamis (23/5/2024), harga tomat turun menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Padahal kemarin harganya sempat naik Rp 25 ribu per kilogram.
Berita ini menunjukkan bahwa meskipun harga tomat di Pasar Bersehati Manado sudah turun, namun pembeli masih mengeluh. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat isu-isu lain yang menjadi penyebab dari keluhan pembeli tersebut.
Salah satu penyebabnya mungkin adalah kualitas tomat yang dijual tidak memuaskan. Meskipun harganya turun, namun jika kualitas tomatnya tidak baik, pembeli tentu akan merasa kecewa. Tomat yang tidak segar atau tidak berkualitas tentu akan menyebabkan pembeli tidak puas meskipun harga turun.
Selain itu, masalah ketersediaan stok juga bisa menjadi penyebab keluhan dari pembeli. Mungkin walaupun harga tomat turun, namun stok tomat yang tersedia di Pasar Bersehati Manado tidak mencukupi permintaan pembeli. Hal ini bisa menyebabkan pembeli merasa sulit untuk mendapatkan tomat meskipun harganya sudah turun.
Faktor lain yang mungkin juga menjadi penyebab keluhan dari pembeli adalah adanya perbedaan antara harga yang ditawarkan di pasar dengan harga di tingkat petani. Jika harga tomat turun di pasar namun harga yang diterima petani tetap rendah, hal ini bisa membuat pembeli merasa tidak adil dan turut merasa prihatin dengan kondisi petani.
Diharapkan pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap penyebab keluhan pembeli tersebut. Mungkin dengan memastikan kualitas tomat yang dijual, meningkatkan ketersediaan stok, dan memastikan keadilan harga antara petani dan pasar, maka pembeli dapat merasa lebih puas dan tidak lagi mengeluh meskipun harga tomat turun. Semoga ke depannya harga dan kualitas tomat di Pasar Bersehati Manado dapat memuaskan pembeli dan petani.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment