OIKN Sampaikan Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya di IKN Kepada Mahasiswa Universitas Indonesia

23 May, 2024
4


Loading...
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjadi pembicara utama dalam acara PRAction
Berita tentang pentingnya komunikasi lintas budaya di Ibu Kota Negara (IKN) oleh Otorita IKN kepada mahasiswa Universitas Indonesia merupakan langkah strategis yang sangat relevan. Dengan perpindahan ibu kota, tentu akan ada keberagaman orang dan budaya yang akan saling berinteraksi. Komunikasi lintas budaya menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa proses integrasi masyarakat baru berjalan dengan harmonis dan produktif. Satu aspek yang menarik adalah bagaimana IKN, sebagai pusat pemerintahan yang baru, diharapkan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam hal pengelolaan keragaman. Keterlibatan mahasiswa dalam diskusi semacam ini menunjukkan upaya untuk melibatkan generasi muda dalam membentuk masa depan IKN. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat menyerap dan menyebarluaskan informasi penting mengenai nilai-nilai komunikasi yang efektif, yang akan sangat berpengaruh pada kohesi sosial dalam masyarakat yang beragam. Kegiatan semacam ini juga dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan mahasiswa tentang tantangan yang akan dihadapi di IKN. Misalnya, disinyalir akan adanya pengaruh dari beragam budaya yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman atau konflik jika tidak dihadapi dengan pendekatan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk diajarkan cara berkomunikasi yang efektif dan sensitif terhadap perbedaan budaya. Lebih jauh, komunikasi lintas budaya tidak hanya mengacu pada bahasa, tetapi juga cara berpikir, nilai-nilai, dan tradisi yang berbeda. Dengan mengedukasi mahasiswa mengenai hal ini, kita tidak hanya mempersiapkan mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN tetapi juga membekali mereka dengan kesiapan menghadapi tantangan global di masa depan. Komunikasi lintas budaya yang baik akan menciptakan hubungan yang lebih baik antar individu dan kelompok, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas sosial dan pembangunan yang berkelanjutan. Di sisi lain, OIKN juga bisa menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk mendengar masukan dari generasi muda yang mungkin memiliki perspektif baru tentang pembangunan IKN. Partisipasi aktif mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek di IKN bisa menghasilkan ide-ide inovatif yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif ini juga mencerminkan pentingnya membangun kesadaran kolektif di masyarakat mengenai makna keberagaman. IKN sebagai wajah baru Indonesia diharapkan bisa mengakomodasi dan merayakan perbedaan tersebut. Oleh karena itu, komunikasi lintas budaya harus menjadi salah satu fondasi dari pembangunan IKN yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan masyarakat yang harmonis. Secara kesimpulan, upaya OIKN untuk menyampaikan pentingnya komunikasi lintas budaya kepada mahasiswa adalah langkah yang mendukung pilar pembangunan yang inklusif. Dengan melibatkan generasi muda dalam proses ini, diharapkan mereka akan beradaptasi dan berkontribusi secara positif dalam membangun IKN yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai kemanusiaan dan keharmonisan sosial. Langkah ini patut dicontoh oleh berbagai instansi serta lembaga pendidikan lainnya di Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang lebih adaptif dan harmonis dalam menghadapi globalisasi.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Comment