Loading...
Kasus ibu rekam adegan asusila anaknya terjadi di Jaktim. Pelaku bernama Neneng ternyata suka dengan anak pacar dan sempat mengajak hubungan badan.
Tentu saja, saya merasa prihatin dan merasa sangat tidak setuju dengan tindakan aborsi yang dilakukan oleh gadis yang dimaksud. Aborsi tidak hanya ilegal, tapi juga sangat berisiko bahkan berbahaya bagi kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental wanita yang melakukannya. Seharusnya pendekatan yang lebih baik adalah memberikan dukungan penuh kepada gadis tersebut untuk menghadapi kondisi yang sulit dan mempertimbangkan berbagai pilihan yang lebih baik.
Saya juga merasa terganggu dengan keberadaan pria yang menjadi pacar dari gadis tersebut, seperti yang disebutkan dalam judul berita. Menolak ajakan untuk berhubungan badan tidak cukup sebagai tanda loyalitas atau kesetiaan. Seharusnya pria tersebut memberikan dukungan dan bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan oleh gadis tersebut. Jangan hanya berperan sebagai pengajak untuk berhubungan, namun juga sebagai pendamping dan penolong dalam menjalani proses pemulihan pasca aborsi.
Selain itu, saya juga berharap ada upaya preventif agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan. Pendidikan seks yang baik, akses yang mudah terhadap informasi kesehatan reproduksi, dan dukungan sosial yang memadai bagi perempuan dan remaja sangat penting untuk mencegah terjadinya tindakan aborsi yang tidak aman. Semua pihak, baik pemerintah, keluarga, maupun masyarakat secara luas, perlu bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan perempuan.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment