Loading...
Ketua Umum DMDI Provinsi Aceh Drs Aidi Kamal MM menjelaskan, bahwa hasil seleksi yang dilakukan oleh DSI Aceh telah menetapkan dua peserta terbaik
Berita tentang Aceh yang mengirim dua qori untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional DMDI 2025 patut disambut dengan antusiasme dan kebanggaan. Aceh, yang dikenal sebagai daerah yang sangat memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya peduli terhadap pembelajaran dan pengamalan Al-Quran di tingkat lokal, tetapi juga ingin menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.
Mengirimkan dua qori untuk bersaing dengan 68 peserta dari 6 negara merupakan langkah yang sangat positif. Hal ini menunjukkan bahwa Aceh memiliki potensi yang besar dalam bidang tilawatil Quran, dan keikutsertaan mereka di ajang internasional ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempromosikan budaya Islam yang kaya dan mendalam yang ada di daerah tersebut. Selain itu, partisipasi ini juga memberikan kesempatan bagi qori Aceh untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan peserta lain dari berbagai negara, yang tentunya bisa meningkatkan kualitas dan skill mereka.
Dari perspektif pendidikan, keberangkatan qori Aceh ke MTQ internasional dapat memicu minat generasi muda di Aceh untuk lebih mendalami Al-Quran. Ketika melihat wakil-wakil mereka berkompetisi di tingkat internasional, anak-anak muda mungkin akan termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan serupa, yang dapat memperkaya pengetahuan mereka tentang agama dan budaya Islam. Ini juga bisa berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya Aceh sebagai daerah yang kental dengan nilai-nilai Islam.
Lebih jauh lagi, acara semacam ini memiliki dampak positif selain di bidang pendidikan dan ketrampilan individu. Melalui kompetisi di kancah internasional, Aceh berkesempatan untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa mereka adalah bagian dari komunitas global yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Quran. Hal ini sangat penting dalam membangun citra daerah dan mengubah narasi negatif yang kadang-kadang diluar sana terhadap Aceh.
Namun, langkah ini juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bakat-bakat muda di bidang tilawatil Quran. Program-program pelatihan, pembinaan, dan dukungan moral maupun material harus terus digalakkan agar aceh tidak hanya sukses sekali, tetapi bisa menjadi daerah yang secara kontinu melahirkan qori-qori berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.
Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif ini mencerminkan semangat persatuan dan kerukunan umat Islam secara global. Dengan kehadiran wakil-wakil dari berbagai negara, MTQ internasional ini dapat menjadi ajang unjuk kebolehan sambil membangun rasa persaudaraan antara negara-negara yang berpartisipasi. Sebuah momen berharga untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan sambil memperkuat kesatuan di antara umat Islam.
Dengan demikian, langkah Aceh mengirim qori untuk mengikuti MTQ Internasional adalah sebuah tindakan yang tidak hanya berarti bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi masyarakat Aceh dan umat Islam secara keseluruhan. Ini adalah peluang bagi Aceh untuk bersinar di panggung internasional, mengembangkan bakat, dan menunjukkan kearifan budaya serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Islam. Harapannya, keberlanjutan inisiatif semacam ini dapat terus dipupuk agar Aceh dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment