Jawaban Ustadz: Penjelasan Fidyah, Apakah Masih Tetap Mengqadha Puasa bagi Yang Tak Bisa Shaum?

21 March, 2025
7


Loading...
Diterangkan Ustadz Willy dalam Islam ada sejumlah golongan yang diperbolehkan tidak menunaikan ibadah puasa bahkan tidak wajib untuk melakukan qadha.
Berita tentang penjelasan fidyah dan kewajiban mengqadha puasa bagi orang yang tidak mampu berpuasa menarik perhatian banyak pihak, terutama bagi umat Muslim yang ingin memahami lebih dalam tentang aturan ibadah puasa dalam Islam. Dalam konteks ini, Ustadz memberikan penjelasan yang krusial mengenai fidyah sebagaikompensasi bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa. Fidyah adalah bentuk ganti rugi yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat berpuasa, baik itu karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau kondisi lainnya yang membuat puasa menjadi sulit bahkan tidak mungkin dilakukan. Ustadz menjelaskan bahwa fidyah biasanya berupa penyediaan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan atau memberi kontribusi kepada mereka yang kurang mampu. Ini menunjukkan semangat berbagi yang sangat dianjurkan dalam Islam. Di sisi lain, penting juga untuk memahami bahwa mengqadha puasa tetap menjadi kewajiban bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Dalam hal ini, Ustadz menekankan bahwa mengqadha puasa adalah bentuk tanggung jawab individual yang harus dipenuhi, dan fidyah seharusnya menjadi solusi terakhir bagi mereka yang benar-benar tidak mampu. Ini menunjukkan prinsip keadilan dalam ibadah, di mana setiap individu bertanggung jawab atas amal ibadahnya. Uraian Ustadz mengenai hal tersebut juga memberikan pencerahan tentang pentingnya niat dan usaha dalam beribadah. Dalam Islam, niat yang tulus untuk menjalankan ibadah puasa sangat diperhatikan, dan jika seseorang memiliki keinginan yang kuat untuk berpuasa namun terbentur oleh kondisi tertentu, maka pemahaman tentang fidyah menjadi sangat relevan. Selain itu, pembahasan ini mengajak umat Muslim untuk lebih bijaksana dalam berpikir tentang keadaan dan kebutuhan masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan. Dengan memberikan fidyah, seseorang bukan hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga berpartisipasi dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Sebagai penutup, artikel ini menjadi pengingat penting bahwa dalam menjalankan ibadah, kita harus selalu berdiskusi dan mencari pemahaman yang lebih dalam, dengan tetap merujuk pada dalil-dalil yang ada. Hal ini tidak hanya membantu individu dalam melaksanakan ibadah dengan tepat, tetapi juga dapat memperkuat komunitas Muslim secara keseluruhan.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Comment