Loading...
Meski banjir rob dan abrasi menenggelamkan kampungnya sejak 1996, Mak Jah enggan pindah. Bagi Mak Jah, tempat tinggalnya adalah sumber kehidupan.
Berita berjudul "Mengenal Mak Jah, Penghuni Terakhir Kampung Tenggelam di Pesisir Demak" mengungkapkan kisah yang menyedihkan namun menggugah perhatian kita tentang dampak perubahan iklim dan penurunan permukaan tanah yang mengancam kehidupan komunitas pesisir. Mak Jah, sebagai sosok utama, mewakili banyak individu yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana alam yang diakibatkan oleh ulah manusia. Fenomena ini bukan sekadar persoalan lokal, tetapi mencerminkan tantangan global yang dihadapi banyak daerah pesisir di seluruh dunia.
Kampung tenggelam yang disebutkan dalam berita tersebut adalah contoh nyata dari bagaimana urbanisasi yang cepat dan eksploitasi sumber daya alam dapat mengakibatkan hilangnya tempat tinggal dan budaya. Proses penggeseran penduduk, seperti yang dialami oleh Mak Jah dan komunitasnya, tidak hanya merampas rumah fisik mereka, tetapi juga merusak ikatan sosial dan tradisi yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Pengalaman Mak Jah dapat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dampak perubahan iklim memiliki wajah manusia yang harus kita perhatikan.
Lebih lanjut, kisah ini menyoroti urgensi tindakan kolektif untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang. Perlu adanya kesadaran yang lebih besar di kalangan masyarakat dan pemerintah mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan wilayah-wilayah rawan. Ini juga menjadi tantangan bagi mereka yang berada dalam posisi untuk berinovasi dalam teknologi dan strategi mitigasi perubahan iklim. Komunitas pesisir memerlukan dukungan tidak hanya dalam hal bantuan darurat, tetapi juga dalam upaya pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.
Akhirnya, kisah Mak Jah juga menunjukkan ketahanan manusia dalam menghadapi kesulitan. Meskipun berada dalam situasi yang sangat pahit, semangat untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak hanya berjuang demi diri sendiri, tetapi juga demi komunitas dan generasi mendatang. Dalam konteks yang lebih luas, ini adalah panggilan untuk kita semua agar lebih peduli dan terlibat aktif dalam melindungi planet yang kita huni.
Dengan memberikan perhatian yang lebih pada isu-isu lingkungan dan sosial, kita dapat berkontribusi pada solusi jangka panjang yang dapat menyelamatkan kampung-kampung lain dari nasib yang sama seperti yang dialami oleh Mak Jah. Pendidikan dan kesadaran adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Mari kita dengarkan suara-suara seperti Mak Jah dan berusaha agar tidak ada lagi kampung yang tenggelam, baik di Demak maupun di seluruh dunia.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment