DKP Sulut Tanam 50 Ribu Anak Mangrove di Likupang, Dukung Program Pemberdayaan Perempuan Pesisir

6 hari yang lalu
5


Loading...
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara (DKP Sulut), mendukung Yayasan Care Peduli dan Yayasan Bumi Tangguh
Berita mengenai penanaman 50 ribu anak mangrove di Likupang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Penanaman mangrove tidak hanya berkontribusi pada ekosistem pesisir, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, terutama perempuan. Mangrove memiliki berbagai fungsi ekologis yang sangat penting, seperti menjaga garis pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai spesies perairan, dan menyerap karbon. Dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, keberadaan mangrove semakin vital untuk melindungi lingkungan. Penanaman 50 ribu anak mangrove di Likupang adalah langkah strategis dalam upaya konservasi yang sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain manfaat ekologis, program ini juga memberikan ruang bagi pemberdayaan perempuan di komunitas pesisir. Dalam banyak budaya, perempuan di daerah pesisir seringkali menjadi pilar utama dalam pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi keluarga. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan penanaman mangrove, bukan hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka terkait konservasi, tetapi juga meningkatkan posisi sosial-ekonomi mereka. Ini adalah kesempatan untuk mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan mereka dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan lingkungan. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada penanaman mangrove itu sendiri, tetapi juga pada keberlanjutan dan pengelolaan yang baik setelah penanaman. Diperlukan upaya terus-menerus untuk menjaga kesehatan ekosistem mangrove dan melibatkan masyarakat dalam pemantauan serta pemeliharaannya. Edukasi dan pelatihan bagi masyarakat, terutama perempuan, perlu terus dilakukan agar mereka memahami pentingnya menjaga lingkungan dan manfaat jangka panjang dari ekosistem mangrove. Penting juga untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk LSM, akademisi, dan sektor swasta, untuk meningkatkan efektivitas program ini. Dengan kolaborasi yang baik, sumber daya dan pengetahuan dapat dimaksimalkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Selain itu, berbagai program pendukung seperti pelatihan keterampilan, akses ke pasar, dan penyediaan modal usaha bagi perempuan juga perlu diintegrasikan untuk memperkuat ekonomi lokal dan menjamin keberlanjutan aktivitas pasca penanaman. Secara keseluruhan, berita ini adalah contoh baik dari upaya kolaboratif untuk menangani tantangan lingkungan sambil memberdayakan masyarakat. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya tersebut. Keberhasilan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan, dan langkah-langkah seperti penanaman mangrove ini menunjukkan bahwa tujuan tersebut dapat dicapai secara bersamaan.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Comment