Mahasiswa Unram Demo Tuntut Batalkan UU TNI di DPRD NTB

25 March, 2025
7


Loading...
Ratusan mahasiswa di NTB demo menuntut pembatalan UU TNI. Mereka kritik proses pembuatan UU yang dianggap tidak transparan dan anti demokrasi.
Berita tentang aksi demonstrasi oleh mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang menuntut pembatalan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat mengindikasikan adanya ketidakpuasan di kalangan generasi muda terhadap kebijakan pemerintah. Demonstrasi ini menunjukkan betapa pentingnya dialog antara masyarakat, khususnya mahasiswa, dan pengambil keputusan dalam proses legislasi yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari rakyat. Aksi ini juga mencerminkan kesadaran politik yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa. Mereka berusaha untuk mengekspresikan pandangan dan kekhawatiran terhadap undang-undang yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan publik. Dalam konteks UU TNI, kritik terhadap kebijakan tersebut sering kali berkaitan dengan aspirasi untuk menciptakan negara sipil yang lebih demokratis, di mana peran militer dalam kehidupan politik dan sosial harus dibatasi. Masyarakat harus memberikan perhatian terhadap suara mahasiswa dalam konteks ini. Protes semacam ini adalah bagian integral dari demokrasi dan menunjukkan bahwa ada saluran bagi generasi muda untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka. Kesempatan bagi akademisi dan pemimpin untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dapat menjadi katalisator untuk perubahan yang lebih besar dalam kebijakan publik. Namun, penting juga untuk memahami konteks di balik UU TNI dan alasan dihadapannya. Pihak-pihak yang mendukung undang-undang ini biasanya berargumen bahwa reformasi di institusi TNI diperlukan untuk menjamin pertahanan negara yang lebih baik di era yang penuh tantangan. Oleh karena itu, diskusi yang konstruktif harus dilakukan untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi kebebasan sipil. Tanggapan positif terhadap demonstrasi ini harus mencakup pengakuan bahwa mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam proses nyata untuk perubahan. Alih-alih hanya mengekspresikan ketidakpuasan, mereka bisa memformulasikan alternatif solusi atau merumuskan rekomendasi yang bisa dibawa ke meja perundingan dengan pimpinan daerah. Ini bisa menciptakan pendekatan yang lebih produktif dan memungkinkan berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja sama menuju hasil yang lebih baik. Selain itu, penting bagi media dan publik untuk memberikan ruang bagi diskusi yang lebih dalam mengenai isu-isu yang diangkat dalam protes tersebut. Keterlibatan publik yang lebih luas dalam diskusi ini diharapkan dapat membantu merefleksikan perspektif yang berbeda, serta memperkaya pemahaman mengenai bagaimana UU TNI dapat berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Secara keseluruhan, aksi demonstrasi mahasiswa Unram adalah pengingat bahwa suara generasi muda sangat penting dalam pembuatan kebijakan nasional. Di saat yang sama, dialog harus dibangun antara mereka dan para pengambil keputusan untuk memastikan bahwa harkat dan martabat setiap individu, serta kepentingan negara, dapat dijaga dengan baik.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Tags

Comment