Loading...
Dinas Kesehatan Denpasar siapkan 24 RS dan SPGDT di 3 puskesmas untuk Hari Raya Nyepi 2025. Pelayanan emergency tersedia untuk masyarakat.
Berita mengenai 24 Rumah Sakit dan 3 Puskesmas di Denpasar yang tetap melayani kegawatdaruratan saat perayaan Nyepi adalah sebuah langkah positif yang menunjukkan komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Perayaan Nyepi, yang merupakan tahun baru Saka bagi masyarakat Hindu Bali, adalah waktu yang dihormati untuk refleksi, meditasi, dan berdiam diri. Namun, selama periode ini, kebutuhan akan layanan kesehatan tetap tidak bisa diabaikan, terutama untuk situasi darurat yang tidak dapat diprediksi.
Dalam konteks ini, keputusan untuk menjaga layanan kesehatan tetap beroperasi selama Nyepi menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat. Kegawatdaruratan medis bisa terjadi kapan saja, dan memiliki akses ke layanan kesehatan yang memadai dapat menyelamatkan nyawa. Ini juga menggambarkan pentingnya persiapan dan perencanaan oleh pihak rumah sakit dan puskesmas dalam memastikan bahwa tenaga medis dan fasilitas siap sedia ketika dibutuhkan.
Menyadari bahwa banyak masyarakat yang mungkin menghadapi keadaan darurat selama perayaan, langkah ini membantu mengurangi kekhawatiran warga yang mungkin merasa tertekan oleh seruan untuk tetap di rumah. Hal ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menunjukkan bahwa semua aspek kehidupan harus dihargai, termasuk kesehatan, meskipun dalam suasana reflektif seperti Nyepi.
Tindakan ini juga sejalan dengan prinsip dasar pelayanan kesehatan yakni accessibility atau aksesibilitas. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang tetap buka, masyarakat di Denpasar tidak perlu merasa ragu untuk mencari pertolongan jika mengalami situasi yang membutuhkan perhatian medis segera. Ini membangun kepercayaan antara masyarakat dan lembaga kesehatan, di mana masyarakat merasa didukung dan diperhatikan.
Namun, tantangan tetap ada. Harus ada kesinambungan antara pelayanan kesehatan dan pelestarian nilai-nilai budaya yang ada. Penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan, bahkan saat Nyepi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat layanan kesehatan yang siap, masyarakat juga perlu tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.
Secara keseluruhan, berita ini menyoroti bagaimana keseimbangan antara tradisi dan kebutuhan modern dapat dicapai. Ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan pendekatan serupa, di mana layanan kesehatan dapat tetap tersedia tanpa mengganggu pelaksanaan tradisi yang telah ada. Inisiatif ini layak dicontoh, sehingga kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah momen-momen penting dalam budaya setempat.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment