Loading...
Sebanyak 18.535 lampu penerangan di Denpasar dipadamkan saat Nyepi pada 29 Maret 2025. Pemadaman bertujuan untuk menjaga khidmat Hari Raya Nyepi.
Berita mengenai pemadaman 18.535 Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Denpasar saat perayaan Nyepi adalah langkah yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali. Nyepi sendiri merupakan hari raya untuk merayakan Tahun Baru Saka yang ditandai dengan praktik keheningan dan refleksi diri. Dalam konteks ini, pemadaman lampu menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi serta penciptaan suasana yang tenang dan damai.
Penghentian pencahayaan publik ini tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menghayati makna Nyepi dengan lebih dalam. Saat malam hari, ketika LPJU dipadamkan, masyarakat diharapkan dapat merenung dan berkontemplasi tanpa gangguan cahaya dari luar. Ini adalah momen ketika warga Bali bisa lebih terhubung dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar dengan cara yang lebih harmonis.
Namun, langkah ini juga menimbulkan beberapa tantangan, terutama dalam hal keselamatan. Dengan banyaknya lampu yang dipadamkan, risiko kecelakaan di jalanan bisa meningkat. Pihak berwenang perlu memastikan bahwa ada langkah-langkah pengamanan yang memadai, seperti penempatan alat peringatan, petunjuk arah yang jelas, dan mungkin juga pengaturan pengawasan untuk menjaga agar situasi tetap aman selama perayaan.
Dari perspektif lingkungan, pemadaman LPJU saat Nyepi juga membawa pesan positif tentang kesadaran akan keberlanjutan. Masyarakat diajak untuk berpikir lebih jauh tentang konsumsi energi dan dampaknya terhadap lingkungan. Ini bisa menjadi momentum untuk mulai mendiskusikan praktik-praktik ramah lingkungan lainnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah perayaan Nyepi berakhir.
Di sisi lain, pemadaman lampu juga memberikan kesempatan bagi pengusaha lokal, seperti penyedia layanan hiburan dan restoran, untuk berinovasi. Mereka bisa menciptakan suasana yang lebih akrab dan intim dengan menggunakan penerangan alternatif seperti lilin atau lampu ringan lainnya. Ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman Nyepi yang otentik dan penuh makna.
Secara keseluruhan, pemadaman LPJU di Denpasar saat Nyepi adalah refleksi dari tradisi yang kaya dan komitmen masyarakat untuk menjaga kearifan lokal. Ini bukan hanya soal memadamkan lampu, tetapi juga merangkul nilai-nilai spiritual dan kolektif yang membentuk identitas masyarakat Bali. Melalui praktik ini, kita diajak untuk merenung tentang betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi, serta peran individu dalam menciptakan keharmonisan di dalam komunitas.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment