Kurangi Beban Pembuangan di TPA, Pemkot Samarinda Bakal Bangun Insinerator di 10 Kecamatan 

26 March, 2025
6


Loading...
Kurangi beban pembuangan di TPA, Pemerintah Kota Samarinda bakal bangun insinerator di 10 kecamatan.
Berita mengenai rencana Pemkot Samarinda untuk membangun insinerator di 10 kecamatan sebagai langkah untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan langkah yang cukup signifikan dalam upaya pengelolaan sampah di kota tersebut. Dalam konteks permasalahan limbah yang semakin kompleks, terutama di daerah urban yang padat, pembangunan insinerator dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA. Insinerator memiliki keunggulan dalam mengolah sampah dengan cara pemusnahan melalui proses pembakaran, yang dapat mengurangi sampah hingga 90% dari volume aslinya. Ini dapat membantu meringankan beban TPA yang sering kali penuh dan menyebabkan masalah lingkungan seperti pencemaran tanah dan air serta emisi gas rumah kaca. Dengan demikian, jika insinerator dibangun dengan teknologi yang ramah lingkungan, maka dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalisir. Namun, perlu diingat bahwa pembangunan insinerator bukan tanpa tantangan. Proses pembakaran sampah dapat menghasilkan emisi yang berbahaya jika tidak dilakukan dengan perangkat yang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah kota untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan adalah yang paling mutakhir dan memenuhi standar emisi yang ketat. Selain itu, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam proses pengawasan agar pembangunan dan operasional insinerator tetap transparan. Dalam konteks pengelolaan sampah yang lebih holistik, pembangunan insinerator seharusnya tidak menjadi satu-satunya solusi. Pemkot Samarinda juga perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, seperti pemilahan sampah di sumbernya, pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, dan mempromosikan daur ulang. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Selain itu, dalam implementasinya, penting bagi pemerintah kota untuk melakukan konsultasi publik sebagai bagian dari proses perencanaan. Warga berhak untuk mengetahui rencana ini dan memberikan masukan, apalagi jika ada kekhawatiran terkait dampak kesehatan dari kegiatan insinerasi. Pendekatan partisipatif akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan meningkatkan dukungan untuk proyek ini. Secara keseluruhan, rencana Pemkot Samarinda untuk membangun insinerator di 10 kecamatan menjadi langkah yang patut dihargai dalam pengelolaan sampah. Jika direncanakan dan diimplementasikan dengan baik, ini dapat membantu mengurangi beban di TPA dan memberikan solusi yang lebih berkelanjutan untuk permasalahan limbah di kota. Namun, keberhasilan dari rencana ini sangat bergantung pada bagaimana semua pemangku kepentingan bekerja sama dalam mewujudkannya.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Comment