Kasus Pembunuhan Wartawati di Banjarbaru, Mantan Anggota Komnas HAM Ini Minta Lanal Lakukan Ini

6 hari yang lalu
7


Loading...
Dugaan keterlibatan oknum TNI Lanal Balikpapan, dalamtewasnya Juwita di Jalan Gunung Kupang Banjarbaru disoroti mantan Anggota  Komnas HAM Hairansyah.
Berita mengenai kasus pembunuhan wartawati di Banjarbaru sangat memprihatinkan dan mencerminkan masih adanya tantangan besar dalam menjaga keamanan dan perlindungan terhadap jurnalis di Indonesia. Wartawati yang kehilangan nyawanya adalah seorang profesional yang berupaya memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga peristiwa ini bukan hanya sebuah tragedi pribadi, tetapi juga serangan terhadap kebebasan pers yang menjadi pilar demokrasi. Keberadaan media yang independen adalah esensi dari sebuah masyarakat yang berfungsi dengan baik, dan serangan terhadap wartawan merupakan ancaman serius bagi transparansi dan akuntabilitas. Sikap mantan anggota Komnas HAM yang menyerukan agar Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) melakukan tindakan dalam penanganan kasus ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap hak asasi manusia harus tetap dijunjung tinggi, terutama dalam konteks perlindungan jurnalis. Lanal, dengan kapasitasnya, bisa berperan dalam memberikan perlindungan serta menyelidiki secara menyeluruh agar para pelaku ditangkap dan diadili. Tindakan tegas dari lembaga keamanan dapat membantu menciptakan rasa aman bagi wartawan dan masyarakat luas, serta mendorong pelaporan berita yang lebih berani tanpa adanya rasa takut akan intimidasi atau kekerasan. Selain itu, kejadian ini juga menggugah kesadaran akan perlunya pendekatan yang lebih sistematis dalam melindungi wartawan. Korban tidak seharusnya hanya dikenang setelah kejadian tragis, tetapi harus ada tindakan preventif yang nyata. Ini bisa berupa pelatihan keselamatan bagi jurnalis, penegakan hukum yang lebih kuat terhadap serangan terhadap mereka, dan advokasi regulasi yang melindungi kebebasan pers. Hal ini juga menjadi tugas pemerintah dan lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan menghormati peran media. Kejadian seperti ini juga membuka diskusi mengenai kewajiban masyarakat dalam mendukung para jurnalis. Rasa solidaritas dan dukungan dari masyarakat sangat penting dalam menciptakan iklim di mana jurnalis bisa bekerja dengan aman. Masyarakat harus aktif melawan segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, serta mengapresiasi peran mereka dalam menyebarluaskan informasi yang faktual dan objektif. Secara keseluruhan, kasus pembunuhan wartawati di Banjarbaru adalah peringatan akan pentingnya perlindungan yang konkret bagi jurnalis di Indonesia. Pemerintah, lembaga keamanan, dan masyarakat perlu bersatu padu dalam menciptakan ekosistem yang aman bagi media. Hanya dengan bersama-sama, kita dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan dan memastikan bahwa suara-suara yang menyuarakan kebenaran tidak akan dibungkam.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Comment