Ketua Komisi VIII DPR: Pemerintah Tak Serta-Merta Tentukan 1 Syawal

5 hari yang lalu
7


Loading...
"Pemerintah tidak serta-merta membuat keputusan, tetapi tetap mengajak bermusyawarah seluruh lapisan yang akan menentukan 1 syawal," kata Marwan.
Berita tentang pernyataan Ketua Komisi VIII DPR mengenai penetapan 1 Syawal oleh pemerintah merupakan hal yang penting dan relevan dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, penetapan hari raya Idul Fitri menjadi momen yang sangat dinanti, dan keputusan ini tidak hanya menyangkut aspek religius, tetapi juga sosial dan budaya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penetapan 1 Syawal tidak bisa sembarangan dilakukan. Sebagai negara, Indonesia memiliki tradisi yang sudah mapan dalam menentukan hari-hari besar Islam melalui sidang Isbat (penetapan) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, ormas Islam, hingga para ahli astronomi. Ketidakpastian yang sering terjadi dalam penetapan tanggal tersebut bisa berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, pembahasan yang matang dan melibatkan banyak pihak menjadi sangat penting. Ketua Komisi VIII DPR menekankan bahwa pemerintah tidak bisa secara sepihak menentukan tanggal tersebut. Hal ini menunjukkan sikap demokratis dalam mempertimbangkan berbagai pandangan dan kepentingan. Keputusan yang diambil bersama akan lebih mudah diterima oleh masyarakat, serta menciptakan rasa persatuan. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam penetapan 1 Syawal merupakan contoh nyata dari toleransi beragama dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Tetapi, di sisi lain, tantangan yang dihadapi dalam penetapan 1 Syawal adalah ketidakpastian yang muncul akibat perbedaan metode penghitungan. Di Indonesia, ada berbagai metode yang digunakan oleh berbagai ormas Islam, yang kadang-kadang mengakibatkan perbedaan dalam penetapan hari raya. Ini tentu memerlukan dialog yang konstruktif untuk menyatukan persepsi agar masyarakat dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan cara yang seragam. Selain itu, perhatian pada aspek ilmiah juga penting dalam penetapan 1 Syawal. Metode rukyat (melihat hilal) yang digunakan sering kali menghadapi tantangan, seperti cuaca yang tidak mendukung atau lokasi pengamatan yang kurang optimal. Oleh karena itu, penggunaan teknologi modern dalam astronomi bisa menjadi pelengkap yang membantu dalam proses penetapan ini. Dalam konteks sosial, keputusan mengenai 1 Syawal juga berdampak pada persiapan masyarakat untuk merayakannya. Banyak yang merencanakan perjalanan mudik, kegiatan sosial, dan perayaan lainnya. Oleh karena itu, kepastian tanggal sangat penting agar masyarakat dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik. Akhirnya, dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam penetapan 1 Syawal tidak hanya menciptakan rasa saling memahami, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara umat Islam. Ini adalah langkah ke arah yang lebih baik dalam membangun harmoni di tengah pluralitas yang ada di Indonesia. Dengan demikian, penetapan hari-hari besar Islam diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyenangkan bagi seluruh umat.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Tags

Comment