Loading...
Brigjen Kristomei Sianturi menegaskan tanggung jawab komandan satuan atas kesalahan prajurit di TNI. Evaluasi SOP diperlukan untuk mencegah pelanggaran.
Berita berjudul 'Kapuspen: Anak Buah Berbuat Salah, Komandan Satuan juga Bertanggungjawab' menggarisbawahi prinsip tanggung jawab kolektif dalam organisasi, terutama dalam struktur angkatan bersenjata atau lembaga kepolisian. Konsep ini menegaskan bahwa setiap tindakan, baik yang positif maupun negatif, tidak hanya terikat pada individu yang melakukan kesalahan, tetapi juga kepada pimpinan atau komandan di atasnya. Ini menciptakan suatu budaya akuntabilitas di mana semua anggota organisasi, dari yang paling bawah hingga yang paling atas, diharapkan untuk bertindak berdasarkan etika dan standar yang ditetapkan.
Pengertian tanggung jawab kolektif ini penting, terutama dalam konteks militer dan kepolisian, di mana disiplin dan kepatuhan menjadi sangat krusial. Komandan atau pemimpin satuan harus siap menerima konsekuensi dari tindakan anak buahnya, karena mereka mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua anggota tim memahami dan menjalankan tugas mereka sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Hal ini juga berfungsi sebagai pendorong bagi para pemimpin untuk lebih aktif dalam memonitor dan membina anak buah mereka.
Selain aspek disiplin, tanggung jawab komandan terhadap tindakan anak buahnya juga mencerminkan pentingnya kepemimpinan yang baik. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya memimpin dari belakang, tetapi juga terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan dan pembinaan anggotanya. Dengan demikian, bila ada kesalahan yang terjadi, pemimpin harus menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut dan mencari solusi untuk mencegah terulangnya kejadian yang serupa di masa depan.
Di sisi lain, penerapan prinsip ini juga dapat mengakibatkan tantangan, terutama jika tidak diimbangi dengan sistem evaluasi yang adil dan transparan. Tanggung jawab kolektif dapat berpindah ke arah salah paham, di mana pemimpin mungkin disalahkan meskipun tidak terlibat langsung dalam tindakan yang diambil oleh anggotanya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki mekanisme evaluasi yang adil untuk memastikan bahwa analisis terhadap kesalahan dilakukan secara objektif.
Implementasi dari prinsip tanggung jawab ini harus disertai dengan komunikasi yang jelas dan terbuka dalam organisasi. Pemimpin harus mengkomunikasikan harapan, prosedur, dan konsekuensi dengan jelas kepada anggota tim mereka. Dengan cara ini, setiap individu dalam organisasi tahu apa yang diharapkan dari mereka dan dapat bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh organisasi. Keterlibatan yang aktif dalam proses ini akan memperkuat rasa saling menghargai dan tanggung jawab di antara seluruh anggota.
Kesimpulannya, pernyataan Kapuspen tentang tanggung jawab komandan atas kesalahan anak buahnya adalah cerminan dari pentingnya akuntabilitas dalam organisasi. Menerapkan prinsip ini dengan bijak dan berimbang dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan lebih produktif, sekaligus meningkatkan integritas serta profesionalisme dalam lembaga-lembaga yang bersifat disiplin seperti militer dan kepolisian.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment