Puasa Syawal 6 Hari, Apa Boleh Dikerjakan Hanya di Hari Senin dan Kamis Saja? Ini Kata Buya Yahya

5 hari yang lalu
8


Loading...
Dijelaskan Buya Yahya dalam video itu, menurut mazhab Imam syafi'i, mengerjakan puasa sunnah syawal tidak harus berurutan atau berturut-turut selama
Berita mengenai puasa Syawal enam hari, dan diskusi seputar pelaksanaannya pada hari Senin dan Kamis, mengangkat tema yang menarik dari segi ibadah dan ajaran Islam. Puasa Syawal sendiri merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, seperti yang disebutkan dalam banyak hadis. Salah satu hadis menyatakan bahwa barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, seolah-olah ia puasa setahun penuh. Ini menunjukkan betapa penting dan bermanfaatnya puasa ini dalam konteks mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dalam konteks pelaksanaan puasa Syawal enam hari ini, ada beberapa pendapat di kalangan ulama mengenai kapan dan bagaimana puasa tersebut sebaiknya dilakukan. Buya Yahya, sebagai salah satu tokoh ulama, memberikan pandangan yang patut diperhatikan. Puasa enam hari Syawal tidak mengharuskan untuk melakukannya secara berturut-turut, sehingga umat Islam dapat memilih hari mana yang dianggap lebih tepat untuk melaksanakannya, asalkan dalam bulan Syawal itu sendiri. Namun, pertanyaan mengapa hanya melakukannya pada hari Senin dan Kamis juga tidak kalah menarik, mengingat hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Senin dan Kamis adalah hari di mana amalan diterima dan diperiksa, berdasarkan beberapa hadits. Ini mungkin menjadi alasan mengapa sebagian orang memilih untuk berpuasa pada hari-hari tersebut. Dengan begitu, puasa Syawal yang dilaksanakan pada hari-hari ini diharapkan dapat memperoleh keutamaan lebih, dan tentunya memberikan motivasi tersendiri bagi yang menjalankannya. Hal ini juga mencerminkan bahwa dalam ibadah, niat dan waktu pelaksanaan sangat penting untuk diperhatikan. Namun, penting untuk dicatat bahwa pelaksanaan puasa Syawal tidak dibatasi pada hari-hari tertentu saja. Umat Islam tetap diperbolehkan untuk memilih hari lain di luar Senin dan Kamis untuk menjalankan puasa ini, sesuai dengan kemampuan dan jadwal masing-masing. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah, yang pada akhirnya diharapkan dapat memudahkan lebih banyak orang untuk mendapatkan keutamaan dari puasa Syawal ini. Hukum syariat dalam hal ini juga mendorong umat Islam untuk memahami bahwa niat dan usaha untuk beribadah yang tulus, tanpa terbebani oleh aturan yang terlalu ketat, adalah hal yang lebih utama. Dengan kata lain, meskipun ada banyak amalan yang sangat baik jika dilakukan pada waktu tertentu, yang terpenting adalah komitmen untuk menjalankan ibadah sunnah ini dengan ikhlas. Ini adalah pelajaran penting, bahwa meski ada panduan dan anjuran, setiap individu tetap memiliki ruang untuk beribadah sesuai dengan keadaan dan kemampuannya. Di sisi lain, diskusi tentang pendapat ulama mengenai puasa ini juga mencerminkan pentingnya mengkaji dan memahami anjuran agama dengan baik. Dengan adanya pemahaman yang lebih dalam, masyarakat tidak hanya akan beramal, tetapi juga sadar akan konteks ibadah yang mereka jalani. Tentu saja, diskusi seperti ini juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencari ilmu dan bertanya pada yang lebih berpengalaman. Secara keseluruhan, puasa Syawal enam hari dapat menjadi momen yang sangat berharga bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melalui puasa ini, diharapkan semakin banyak individu yang tergerak untuk berbuat baik dan mengejar pahala yang dijanjikan. Dengan bimbingan ulama seperti Buya Yahya, diharapkan masyarakat dapat menemukan ajaran agama yang seimbang, tanpa merasa terbebani oleh aturan, tetapi tetap termotivasi untuk beribadah dengan sepenuh hati.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Tags

Comment