Loading...
Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Kementerian Sosial telah melakukan persiapan untuk memastikan kenyamanan para penghuninya selama Hari Raya Idul Fitri.
Tanggapan terhadap berita berjudul 'Libur Lebaran, STIS Tetap Layani Pelatihan Vokasional 24 Jam Nonstop' dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Pertama, tindakan STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) untuk tetap melayani pelatihan vokasional selama libur Lebaran menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat. Hal ini sangat positif, karena menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya memikirkan aspek akademis tetapi juga berusaha untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan keterampilan praktis masyarakat, terutama dalam berbagai sektor industri.
Kedua, keberlanjutan pelatihan vokasional selama libur panjang menandakan bahwa ada permintaan yang signifikan untuk pelatihan semacam ini. Dalam konteks ekonomi yang sedang berkembang, keterampilan vokasional menjadi semakin penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. Dengan menawarkan pelatihan nonstop, STIS berkontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Namun, di sisi lain, ada juga beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan. Libur Lebaran adalah waktu yang sangat berarti bagi banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan tradisi. Dengan tetap beroperasinya pelatihan selama periode ini, penting bagi STIS untuk memastikan bahwa tidak ada tekanan yang tidak perlu bagi peserta pelatihan untuk hadir. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam jadwal pelatihan mungkin menjadi solusi yang lebih baik, di mana peserta dapat memilih untuk mengikuti pelatihan pada waktu yang lebih nyaman bagi mereka.
Selain itu, pelatihan vokasional yang beroperasi 24 jam mungkin menuntut sumber daya pengajar dan fasilitas yang memadai. STIS perlu memastikan bahwa kualitas pengajaran dan fasilitas yang diberikan tidak terkompromikan hanya demi memenuhi jam operasional. Ketersediaan pengajar yang cukup dan berpengalaman, serta fasilitas yang memadai, harus menjadi perhatian utama agar peserta pelatihan mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.
Tak kalah penting, berita ini juga dapat memberikan inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk berpikir kreatif dalam cara mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam era digital dan globalisasi saat ini, inovasi dalam penyediaan pendidikan dan pelatihan sangat dibutuhkan. Jika STIS berhasil menjalankan program ini dengan baik, mungkin akan ada kolaborasi atau kerjasama yang lebih luas antara lembaga pendidikan lainnya untuk menyelenggarakan pelatihan serupa, baik pada waktu-waktu khusus maupun secara reguler.
Secara keseluruhan, keberanian STIS untuk tetap melayani pelatihan vokasional selama libur Lebaran layak diapresiasi, dengan catatan bahwa hal tersebut perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang terkait dampaknya terhadap peserta serta kualitas pendidikan yang diberikan. Di tengah dinamika kebutuhan masyarakat akan keterampilan, langkah ini bisa menjadi salah satu kontribusi positif untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment