Wali Kota Gorontalo Geram Pengelola Pasar Senggol Mengabaikan Sampah

2 hari yang lalu
5


Loading...
Wali kota Gorontalo, Adhan Dambea, geram atas penumpukan sampah di Pasar Senggol. Apa tindakan selanjutnya?
Berita mengenai Wali Kota Gorontalo yang mengungkapkan rasa geramnya terhadap pengelola Pasar Senggol yang mengabaikan masalah sampah mencerminkan salah satu tantangan besar dalam pengelolaan kota dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Kinerja yang buruk dalam menangani sampah bukan hanya menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat berimplikasi negatif bagi kesehatan masyarakat dan daya tarik kawasan tersebut sebagai tempat berbelanja. Sampah yang berserakan di pasar sangat berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti berkembangnya vektor penyakit. Selain itu, kebersihan pasar juga berdampak pada pengalaman konsumen. Pembeli tentu lebih tertarik untuk berbelanja di tempat yang bersih dan terawat. Jika pengelola pasar tidak mampu memberikan perhatian yang cukup terhadap kebersihan, akan ada risiko penurunan pengunjung yang berdampak pada ekonomi pedagang lokal. Wali Kota, sebagai pemimpin daerah, memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menegur tetapi juga untuk memberikan solusi konstruktif. Diskusi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif. Misalnya, penyediaan tempat sampah yang memadai, pengelolaan sampah organik dan non-organik, serta edukasi kepada pedagang dan pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan. Dari sudut pandang keberlanjutan, pengelolaan sampah yang baik juga bisa menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi dampak lingkungan. Mendorong pemisahan sampah sejak awal dapat membuka peluang untuk program daur ulang yang walaupun tampak sederhana, tapi dampaknya sangat signifikan terhadap lingkungan. Pengelola pasar bisa bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu, misalnya lembaga swadaya masyarakat, untuk mengaktifkan program-program tersebut. Keberadaan regulasi yang ketat tentang kebersihan di pasar juga perlu dipertimbangkan. Pemerintah dapat menerapkan sanksi bagi pengelola yang tidak memenuhi standar kebersihan, yang dapat mendorong mereka untuk lebih peduli dan bertanggung jawab. Pendekatan seperti ini tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menunjukkan bahwa kebersihan adalah prioritas bersama. Tanggapan Wali Kota yang penuh semangat dapat memicu gerakan lebih besar di masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kebersihan. Partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi pendorong yang kuat dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Melalui kegiatan-kegiatan seperti gotong royong membersihkan area pasar, masyarakat akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka berinteraksi. Secara keseluruhan, masalah pengelolaan sampah di Pasar Senggol adalah refleksi dari tantangan yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Namun, dengan sikap tegas dari pemimpin daerah, serta kolaborasi antara semua pihak terkait, diharapkan solusi yang berkelanjutan dapat ditemukan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Keterlibatan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat adalah kunci untuk mencapai sukses dalam pembenahan masalah ini.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like emoji
Like
Love emoji
Love
Care emoji
Care
Haha emoji
Haha
Wow emoji
Wow
Sad emoji
Sad
Angry emoji
Angry

Tags

Comment