Loading...
Warga Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, heboh meninggalnya seorang remaja laki-laki diduga gantung diri.
Tentunya berita mengenai seorang remaja santri ponpes di Desa Kunyit yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis ini sungguh mengguncang hati. Kejadian ini patut disayangkan dan membuat kita merasa prihatin atas kondisi psikologis remaja tersebut. Banyak faktor yang dapat memicu seseorang untuk mengambil tindakan ekstrim seperti ini, seperti tekanan sosial, masalah kehidupan pribadi, atau kondisi ekonomi yang sulit.
Kita sebagai masyarakat tentunya harus lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar kita, terutama remaja yang sering kali rentan mengalami tekanan psikologis. Dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri seperti ini. Lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, juga seharusnya lebih proaktif dalam memberikan pendampingan psikologis dan konseling bagi para santrinya.
Selain itu, penting bagi kita untuk membuka wacana terkait kesehatan mental agar stigma terhadap masalah kesehatan mental dapat dikurangi. Banyak orang yang masih merasa malu atau takut untuk mencari bantuan ketika mengalami masalah psikologis, padahal bantuan dan dukungan dari orang lain sangatlah penting dalam proses pemulihan.
Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis sesama, serta menjadi panggilan untuk memperkuat layanan kesehatan mental di masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan. Semoga remaja yang meninggal tersebut dapat diterima di sisi-Nya dan keluarga serta kerabatnya diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment