Loading...
Aksi teror yang terjadi di kantor Tempo ternyata juga ikut menyerang keluarga dari jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica).
Berita mengenai teror yang menargetkan kantor Tempo dengan penggunaan kepala babi dan bangkai tikus tentu sangat memprihatinkan dan menunjukkan situasi yang semakin memanas dalam lingkungan jurnalisme di Indonesia. Tindakan semacam ini tidak hanya mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugasnya, tetapi juga dapat dilihat sebagai upaya untuk mengintimidasi media dan membungkam kebebasan berekspresi. Ini merupakan bentuk serangan terhadap hak asasi manusia yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Ketika jurnalis menghadapi ancaman semacam ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, tetapi juga oleh masyarakat luas. Jurnalisme yang bebas dan independen adalah pilar demokrasi yang penting. Tanpa adanya jurnalisme yang bisa menjalankan tugasnya tanpa rasa takut, informasi yang akurat dan transparan menjadi sulit diperoleh, yang pada gilirannya dapat mengganggu sistem kontrol dan keseimbangan dalam masyarakat. Oleh karena itu, penyerangan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi yang jujur dan jelas.
Pihak berwenang harus mengambil langkah nyata untuk menyelidiki insiden ini dan memberikan perlindungan yang memadai kepada jurnalis serta keluarganya. Ini merupakan tugas pemerintah untuk memastikan bahwa jurnalis dapat bekerja dalam lingkungan yang aman dan tanpa ketakutan. Komunitas internasional juga perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah ini, menekankan bahwa serangan terhadap jurnalis adalah ancaman bagi demokrasi, dan mendesak agar pelaku kejahatan ini diadili seadil-adilnya.
Tidak boleh ada toleransi terhadap terorisme, khususnya ketika itu menargetkan mereka yang berupaya memberikan informasi dan kebenaran kepada publik. Hal ini menciptakan budaya ketakutan yang dapat membungkam suara-suara kritis di masyarakat. Jurnalis harus didukung dan dilindungi, bukan dihukum atau diintimidasi, karena peran mereka adalah mengungkapkan kebenaran dan memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang baik oleh publik.
Terakhir, kejadian ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama menegakkan prinsip-prinsip kebebasan pers dan perlindungan jurnalis. Diperlukan adanya solidaritas dari seluruh elemen masyarakat, baik dari kalangan media, organisasi masyarakat sipil, maupun individu untuk menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis. Hanya dengan bersatu, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi jurnalis dan memastikan kebebasan berpendapat tetap terjaga.

Setujukah? Bagaimana pendapat anda? Berikan comment or reaction dibawah
Like
Love

Care
Haha

Wow

Sad

Angry
Comment